Hehehe… Kotoran sapi bisa hasilkan listrik

The cows, whose manure produces the biogasDi Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sudah diberdayakan kotoran sapi sebagai bahan bakar penghasil listrik. Prinsip kerjanya cukup sederhana, kotoran sapi yang sudah dicairkan, lalu disalurkan ke dalam reaktor. Dari reaksi yang terjadi, dihasilkan gas yang ditampung ke dalam sebuah wadah penampungan (elpiji) yang kemudian dijadikan energi untuk menghidupkan generator.

Reaktor yang dipakai terbuat dari dua tabung besar dari plastik yang dikencangkan seperti balon. Pada tabung balon pertama sepanjang 4 meter diberi pipa besar untuk memasukkan kotoran sapi pada bagian depannya. Pada bagian belakang juga diberi pipa saluran untuk keluar kotoran sapi yang telah terpakai.

Dari bagian atas tabung pertama itu juga diberi selang yang menghubungkan ke tabung balon kedua berukuran panjang 2 meter. Tabung kedua menampung gas dari kotoran tersebut. Untuk menyalurkan gas ke kompor diberi selang yang dilengkapi alat mengontrol tekanan gas. Alat itu berfungsi apabila kelebihan, gas akan keluar sendiri. Biogas yang dihasilkan bisa dipakai 2-3 hari tanpa bau kotoran sapi lagi.

Biogas inilah yang nantinya akan menghidupkan generator untuk bisa menghasilkan aliran listrik. Bisa juga langsung dijadikan bahan bakar pada kompor gas. Pada kondisi normal, dua ekor sapi perah bisa menghasilkan 4,14 m³ biogas perhari atau setara dengan 1,90 kilogram elpiji atau 2,56 liter minyak tanah. Sedangkan 1 m³ biogas setara dengan 0,46 kilogram elpiji, 0,62 liter minyak tanah, 0,80 liter bensin, dan 3,5 kilo gram kayu bakar.

Jadi siapa bilang kotoran sapi tidak bermanfaat? Jika diolah, kotoran yang sering dianggap menjijikkan ini ternyata bisa menghasilkan energi alternatif yang sangat bermanfaat. Bisa dibayangkan besarnya daya yang dihasilkan rata-rata satu unit generator adalah 400 hingga 500 watt. Ini cukup untuk menyalakan 10 lampu yang berdaya 40 watt.

Penggunaan listrik dari biogas bisa menggantikan listrik dari PLN selama lima atau enam jam. Dengan kalkulasi seperti itu, maka setiap kepala keluarga di Haurngombong bisa menghemat pemakaian listrik hingga Rp 50 ribu per bulan atau Rp 600 ribu pertahun. Saat ini sekitar 70 kepala keluarga sudah memanfaatkan listrik dari biogas. Jika di total maka setiap bulan penduduk Haurgombong bisa menghemat listrik sekitar Rp 3,5 juta atau Rp 42 juta per tahun. Hal ini belum ditambah penghematan untuk minyak tanah, elpiji, dan kayu bakar yang bisa digantikan oleh biogas.

Jika diasumsikan satu kepala keluarga menggunakan dua liter minyak tanah perhari dengan harga Rp 3.000 per liter, maka berarti di Haurngombong bisa dihemat Rp 420 ribu per bulan atau Rp 5.040.000 per tahun.

Untuk ukuran sebuah desa, penanganan kotoran sapi sampai menghasilkan listrik merupakan kemajuan besar. Penghematan energi yang luar biasa. Maka tak heran jika Haurngombong dijadikan sebagai Desa Mandiri Energi. Jika desa-desa di Indonesia lainnya juga melakukan pengembang tentu biaya yang dihemat bisa sangat besar. Dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian negara dan tentunya mengurangi beban PLN dalam hal krisis pasokan listrik.

Proyek ini sendiri dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (Fapet Unpad) Bandung dan PT PLN (Persero) serta masyarakat Haurgombong. Kita berharap hal ini tidak sekedar proyek percontohan semata, tetapi pemanfaatannya mencakup masyarakat luas. Jika hal ini dilakukan, maka bisa dibayangkan berapa uang negara yang bisa dihemat.

Sumber : Republika, Kompas
Photo Credit by : ecosan @Flickr.com

Cari Info :

Lowongan Kerja Terbaru 2010 , atau

Informasi Lowongan Kerja lainnya…

Boleh juga langsung ke Peluang Duit Dari Internet !! !

14 Komentar »

  1. pimpii said

    tuhkan…… bahkan kotoran saja bisa dijadikan potensi di negara ini. Kenapa sampai harus beli listrik dari negara lain?.

    • pakulangit said

      Hehehe… Yah begitulah Ina, serba terlambat mengantisipasi masalah. Sudah bagus sekarang digalakan proyek pembuatan pembangkit listrik 10.000 MW, tapi ya itu… ‘terlambat’ —> Kurang pasokan listrik pada akhirnya kehabisan akal mending beli dari luar, di artikel pimpii INDONESIA IMPOR LISTRIK harganya lebih murah, saya juga mau… Tapi kan malunya itu lho beli sama tetangga…🙂 Yah apapun, belum ada kata terlambat untuk Ina yang lebih baik.

      Pimpii makasih kunjungan baliknya ya…

  2. pimpii said

    http://dreamindonesia.wordpress.com/2009/03/21/indonesia-impor-listrik/

  3. rismaka said

    Coba kalau manusia mau memanfaatkan kotorannya sendiri sebgai sumber energi alternatif, mungkin kelangkaan minyak tanah dapat dihindarkan.

    • pakulangit said

      Sejauh ini belum mendengar ada kotoran manusia (tinja) di olah untuk sumber energi alternatif. Tapi secara logika apa bedanya kotoran manusia sama sapi? Kalau kotoran sapi saja bisa diolah, kemungkinan kotoran manusia juga bisa. Secara penelitian mungkin yang lebih mengerti hal ini pakar-pakar dari peternakan atau LIPI .

  4. Koko said

    Whe…ternyata si sapi bisa juga buat listrik, memang hebat susunya, dagingnya, & tambah kotorannya…
    mudahan Indonesia bisa memanfaatkan kelebihan ini saat ini ya…
    Semangat Indonesia…

  5. kaptenagil said

    wah..moga2 cepet-cepet diaplikasikan ke masyarakat luas!

    btw, klo kotoran manusia bs gak kayak gitu? :p

    Ayo Rame-rame “Vote Indonesia” di ajang BBC World Challenge ‘09

  6. kafka said

    Sebenernya Indonesia tuh kaya……SDA, ya tapi juga kaya UTANG, kARna ndak bisa memanfaatkan-SDA…NYA GTU LOAH..
    YA SDM NYA moga cepet meningkat kualitasnya….byar Indonesia ndak di bodoh2in orang luar terus gtu looooo

  7. SA'I said

    bapak-bapak /mas-mas bisa minta tolong untuk diajari bikin biogas dari kotoran sapi kalau sapi ada 13 ekor butuh berapa plastik dan alat2 lain apa saja?biogasnya bisa untuk generator listrik,yg dimaksud bio gas bisa untuk generator itu apa gasnya yg berupa udara gasnya atau endapan air gasnya? mohos penjelasannya.

    • SA'I said

      la iya wong saja bisa bikin listrik manusia kok tidak bisa gimana tooo.

  8. Inovasi yang luar biasa untuk sesuatu yang selamma ini remeh dan mengganggu pemandangan dikampung saya. Untuk mengetahui lebih detil dan juga kalo pingin lihat sekaligus jika memungkinkan dilakukan pelatihan dengan siapa yah contak personnya.
    Tks

  9. arif said

    iya tuh, pernah liat di tayangan tipi

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: