Manusia dan Masalah

masalahTeman saya bertanya, mengapa hidup selalu saja ada masalah, masalah, dan masalah? Lantas saya bertanya dalam hati, mengapa teman saya itu menyebutkan kata ‘masalah’ sampai tiga kali? Padahal satu kali saja menyebutkan saya sudah cukup mengerti dengan pertanyaan yang di ajukannya.

Pada akhirnya saya faham, pengulangan kata masalah sampai tiga kali dalam satu kalimat pertanyaan tadi menandakan bahwa teman saya mengalami banyak masalah dalam waktu yang bersamaan. Atau alternatif kedua adalah teman saya mempunyai masalah, yang mana saat masalah pertama terpecahkan kemudian muncul masalah selanjutnya, dan terus hingga masalah-masalah lain datang saling bergantian. Kehidupan seakan tak pernah lepas dari yang namanya masalah, baik itu masalah kecil ataupun besar, masalah yang memberatkan ataupun masalah yang hanya sekedar numpang lewat begitu saja.

Teman saya yang lain menjawab,

Dengan adanya masalah, manusia akan mencapai tingkat kedewasaan setelah melalui setahap demi setahap kelas permasalahan yang dihadapi.

Ada juga yang menjawab,

Bahwa dengan adanya masalah, berarti Alloh masih sayang dengan kita (manusia). Karena pada hakikatnya keberadaan manusia tak lepas dari kehendak Alloh SWT.

Saya sendiri menjawab, yang saya kira jawaban paling sederhana diantara jawaban-jawaban teman saya yang lain.
Bahwasannya dengan masalah, hidup akan terasa lebih hidup.

Demikian kira-kira obrolan singkat kami di siang itu. Apabila kalimat-kalimat diatas saya terjemahkan menurut pandangan saya, maka akan didapat tiga penjabaran sebagai berikut :

☺☺☺

Masalah membentuk kedewasaan seseorang
Analoginya sangat mudah, seseorang yang pernah merasakan duduk di bangku sekolah tau kuliah pasti pernah atau sering menjalani ujian, baik itu ujian semester atau ujian kelulusan. Berbagai macam pertanyaan yang diujikan tak lain adalah wujud sebuah masalah. Lulus dari satu ujian sama halnya dengan kenaikan tingkat. Begitu juga dengan masalah sehari-hari, pada dasarnya adalah ujian untuk meningkatkan kedewasaan. Hanya bedanya, masalah-masalah yang datang di kehidupan terkadang tidak disadari sebagai sebuah ujian, karena kelangkaan penghargaan atau award pasca masalah usai.

Manusia cenderung berbangga hati apabila usaha dan kerja kerasnya mendapat penghargaan atau award. Saya sendiri berfikir bahwa penghargaan itu perlu, walau hanya sebatas pujian sederhana untuk hal-hal tertentu. Saya yakin si penerima pujian akan senang hati menerimanya, asalkan kita melontarkannya dengan ikhlas dan tidak berlebihan.

Terus bagaimana apabila award itu tidak kunjung datang? Disanalah letak kedewasaan kita di uji. Terkadang kita senang waktu dipuji padahal itu tidak lebih dari sekedar basa-basi. Sebaliknya kita akan emosi waktu dikritik padahal mereka mengatakannya dengan jujur. Kedewasaan itu muncul saat kita bisa menempatkan pahitnya kejujuran seseorang diatas manisnya pujian, sekalipun pujian itu teramat sangat menyejukan. Ingatlah bahwa pujian hanya milik Alloh, sementara manusia gudangnya kesalahan dan dosa.

Balik lagi ke inti persoalan, kita yang memiliki masalah, terutama masalah pribadi, tentunya kita pula yang harus berusaha keras memecahkannya. Semakin rumit suatu masalah, semakin tinggi nilai yang akan dicapai dikala semuanya telah terpecahkan. Jadi, janganlah berkeluh kesah disaat masalah sedang menimpa. Justru keadaan itu yang akan mendorong kita ke arah yang lebih baik. Sebuah tantangan yang harus dilewati untuk menunjukan sampai dimana kemampuan dan tingkat kedewasaan kita.

☺☺☺
Masalah bukanlah musibah
Pada hakikatnya Alloh memberi beban masalah pada setiap manusia tak lepas dari kasih dan sayangNya. Bukankah Alloh pernah berfirman dalam salah satu ayat Al-quran? bahwa tidak akan memberi manusia beban melebihi beban yang sekiranya manusia tidak sanggup memikulnya? Itulah masalah, yang seberat apapun keberadaannya jangan sampai di sebut musibah. Musibah hanya pandangan manusia, yang dilihat dari sisi kelabunya. Jika dikembalikan pada kodrat atau jalan yang telah Alloh gariskan jauh sebelum kita dilahirkan ke bumi, hal itu hanya sebuah fase yang memang mau tidak mau harus manusia lewati. Jika sudah tahu bahwa itu adalah kehendak Alloh semata, maka kembalikan sikap ikhlas itu pada hati yang terkadang di rundung resah dan gelisah.

Benar apa yang dikatakan oleh teman saya, manusia diberi masalah karena kasih dan sayang Alloh. Manusia diberi kesempatan untuk mengeluarkan potensinya, yang terkadang tidak disadari oleh manusia itu sendiri. Manusia telah di anugerahi Alloh dengan kemampuan-kemampuan yang luar biasa dahsyatnya.

Saya yakin diantara kita pasti pernah memiliki hutang, baik itu berupa benda ataupun yang umum digunakan bertransaksi, yaitu uang. Bayangkan bahwa kita memiliki hutang yang sekian banyaknya. Pada saat yang sama si penagih atau biasa disebut debet colector datang menagih. Disinilah letak puncak masalah, yang menuntut kita untuk secepat mungkin mendapatkan uang. Tentunya Alloh Maha Penyayang bagi setiap umatNya. Saat-saat itu potensi kita keluar begitu saja, secara tidak sadar kita banyak diarahkan pada hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dialami. Begitu mudah dah terkadang begitu sulit dan terjal. Tapi yakinlah bahwa semuanya akan membawa kebaikan. Amin

Saat semua masalah sudah berlalu, tinggalah potensi yang sedikit telah muncul kepermukaan. Ingat, jangan sampai potensi itu hilang begitu saja, karena tanpa tekanan seperti yang di dapat dari si debet colector, manusia akan kembali ke bentuk awal, malas, dan mengundang masalah baru. Ingat selalu saat-saat masalah itu datang menghampiri, rasanya sungguh tidak enak bukan? Jika saya mengutip sebuah lirik lagu, yang pertama saya ingat adalah lirik milik almarhum Chrisye (semoga di muliakan Alloh SWT),

kini semua bukan milikku —> karena segalanya milik Alloh

musim itu telah berlalu

matahari segera berganti

dan, badai pasti berlalu

☺☺☺
Dengan masalah, hidup akan terasa lebih hidup
Maksudnya adalah, seseorang yang sedang terlelap tidur bisa dikatakan sedang terbebas dari hiruk pikuk urusan dunia. Kurang lebih seperti itulah orang yang tidak memiliki masalah. Hidupnya bebas bermimpi, berkhayal kemanapun mengikuti alam bawah sadarnya. Yang melihatnya akan menganggap bahwa dia hidup dengan tenang, seirama dengan bunyi nafasnya yang penuh harmonisasi. Tetapi saya tanyakan, apakah dengan selamanya terlelap akan menjamin sebuah kenikmatan yang hakiki (lama)? Tentu tidak kan? Ada saatnya untuk bangun. Memulai hari dengan terlebih dahulu menyelesaikan masalah dalam tubuh, entah itu minum segelas air putih, atau langsung ke kamar mandi untuk sekedar buang air kecil. Rentetan kegiatan yang dilalui sehari penuh menandakan adanya sebuah “kehidupan”. Dalam setiap kegiatan tak lepas dari sebuah masalah, atau beberapa masalah sekaligus.

Seperti itulah siklus hidup manusia, senantiasa tak pernah lepas dari masalah, besar ataupun kecil. Untuk saudaraku yang sekarang ini sedang mengalami banyak masalah, jangan pernah menyerah dengan keadaan, ingatlah bahwa Alloh memberikan ujian/beban yang pasti manusia mampu untuk memikulnya. Tetaplah berusaha memecahkan dengan cara-cara yang terpuji, dengan keyakinan bahwa Alloh senantiasa selalu membimbing kita dimanapun kita berada. Wallohualam bishowab…

Untuk saudaraku semua, terakhir saya ucapkan terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini. Apabila ada kekurangan kata atau kesalahan penyampaian, mohon untuk diingatkan. Hal ini besar artinya untuk pembelajaran saya ke depan dan tentunya untuk kebaikan kita semua.

☺☺☺
Solusi pemecahan masalah manusia
Sebagai penutup dari artikel ini, saya berikan “solusi pemecahan masalah manusia” yang ditulis oleh saudara A. Nuradnan P dalam ebooknya. Klik disini untuk bisa membaca atau mendownloadnya. Mudah-mudahan sampai sekarang file-nya masih bisa dibuka. Mohon maaf apabila ternyata file-nya sudah tidak ditemukan lagi. Apapun itu, yang paling penting Insha Alloh malaikat sudah mencatat salah satu amal baik kita (niat membaca hal yang baik). Semoga kita selalu diberi keberkahan dan selalu dibukakan pintu rahmat oleh Alloh SWT. Amin

Cari Info :

Lowongan Kerja Terbaru 2010 , atau

Informasi Lowongan Kerja lainnya…

Boleh juga langsung ke Peluang Dolar Duit Internet !! !

6 Komentar »

  1. Betul, masalah yang kita alami, yang seringkali berentetan datangnya, di satu sisi memang membuat kita stress bahkan terkadang sampai membuat kita mentok (tak tahu lagi harus berbuat apa). Tapi di sisi lain masalah yang kita hadapi itu, seberapa besar pun tingkatannya, sebenarnya adalah guru yang paling ‘cerdas’. Sebab tak ada masalah yang tak ada jalan keluarnya.

    Fren, terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, link-nya sudah saya masukkan di blog saya. Teruslah berkarya….

    • pakulangit said

      Sama-sama Mas Asmar, terima kasih link dan support-nya…🙂

  2. helloo..foto ini kayaknya mengingatkanku pd seorang di fesbuk yg dah lama gak saling sapa..benarkah? apalg ada listrik2nya yg menjd kesukaannya hehe…CR ITUKAH KAMUUU?

  3. ku dah masukkan linkmu ya kawan, hehe….great blog…kamu memang putra indonesia terbaik…1 proud u… mantaff.

  4. Bang Dje said

    “Allah tidak membebani sesorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya” [al-Baqoroh : 286]

RSS feed for comments on this post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: